build 

Review Xiaomi Redmi 1S: haruskah Anda membeli smartphone asal China ini?

By Yasser Paragian | Small Business

Xiaomi Redmi 1S head

Hari Rabu lalu, Xiaomi mengumumkan peluncuran resminya di Indonesia. Perangkat pertama yang dijualnya adalah smartphone Android Redmi 1S dengan harga Rp 1,499 juta. Penjualannya akan dilakukan secara online tanggal 4 September (kamis) nanti mulai dari jam 11 pagi melalui website Lazada. Pendaftaran untuk melakukan pembeliannya sudah bisa dilakukan melalui halaman ini.

Dilihat dari spesifikasinya, produk ini memiliki kualitas yang mumpuni untuk harganya yang murah. Tapi itu tentunya menimbulkan pertanyaan: apakah produk ini benar-benar berkualitas dan tidak murahan? Apalagi produk ini berasal dari China yang di Indonesia memiliki stereotip suka membuat produk tiruan berkualitas buruk.

Baca juga: 16 produsen smartphone Asia baru yang ingin menghancurkan Samsung dan Apple

Menyangkal anggapan itu, kami sebelumnya sudah pernah membuat review Xiaomi Redmi, pendahulu dari Redmi 1S, dan kami menganggap bahwa seri pendahulunya itu memiliki kualitas yang cukup bagus. Jadi, Redmi 1S yang memiliki prosesor dan OS yang lebih bagus ini seharusnya tidak mengecewakan.

Untuk memastikannya, kami mencoba menggunakan produk ini selama beberapa hari. Berikut penilaian kami mengenai perangkat ini.

Hardware dan desain

Xiaomi Redmi 1S Body 1 Xiaomi Redmi 1S body 2

Smartphone ini berbentuk kotak dengan sudut melengkung dengan frame pinggir gloss dan cover belakang yang bisa diganti. Ukurannya 137x69x9,9 milimeter dan memiliki berat 158 gram yang cukup terasa solid ketika dipegang. Sayangnya, ada beberapa area pada cover belakangnya yang sedikit longgar.

Di bagian bawah layarnya, terdapat tiga tombol berwarna merah dengan satu lampu LED kecil di bagian bawahnya. Lampu LED ini akan menyala ketika ada notifikasi atau ketika Anda sedang mengisi baterai. Di bagian kanan terdapat tombol pengatur suara dan tombol untuk mengunci dan menyalakan/mematikan smartphone. Di bagian atasnya terdapat jack untuk headphone, sedangkan slot micro-USB-nya terdapat di bagian bawah di samping mic untuk berbicara. Speaker perangkat ini terdapat di bagian belakang, dan diposisikan di pinggir di sisi yang berbeda dengan tombol volume dan sejajar dengan kamera, posisi yang pas untuk mencegah tangan Anda menutupi speaker tersebut.

Secara keseluruhan, tidak ada yang mengecewakan dari hardware smartphone ini. Hanya saja, tiga tombolnya tidak menyala dan membuat saya sedikit kesulitan menggunakan tiga tombol ini ketika berada dalam gelap.

Display dan kamera

Xiaomi Redmi 1S memiliki layar berukuran 4,7 inci dengan resolusi 1280x720HD, serta didukung dengan Adreno 305 GPU dan dilengkapi dengan Gorilla Glass. Tampilan layarnya jernih dan tajam. Saya mencoba memainkan beberapa game mulai dari Temple Run 2, Summoners War, sampai Hercules: The Official Game, dan memutar beberapa video HD di YouTube (salah satunya adalah cinematic terbaru dari game League of Legends ini), dan saya puas dengan apa yang ditampilkan oleh layar milik Xiaomi Redmi 1S ini. Saya bukan ahli dalam urusan video, tapi saya yakin di luar sana masih banyak smartphone yang memberikan kualitas layar yang lebih bagus. Tapi untuk harga Rp 1,499 juta, saya rasa saya tidak punya keluhan.

Gambar-gambar di bawah kami resize agar tidak membuat halaman ini berat.

Xiaomi Redmi 1S Screen test 1 Xiaomi Redmi 1S Screen test 2 Xiaomi Redmi 1S screen test 4 Xiaomi Redmi 1S Screen test 3

Untuk kamera, Redmi 1S memiliki kamera belakang 8MP dan kamera depan 1,6MP. Saya mencoba membandingkannya dengan kamera dari LG G Pro Lite Dual yang juga memiliki kamera 8MP. Hasilnya, kamera milik Xiaomi Redmi 1S memiliki fokus yang lebih baik, namun warnanya kurang tajam dibandingkan hasil foto LG G Pro Lite Dual.

Camera comparison

Kamera LG G Pro Lite Dual (atas) vs kamera Xiaomi Redmi 1S (bawah)

Berikut adalah beberapa foto lain.

Xiaomi Redmi 1S Xiaomi Redmi 1S camera test 2

Satu hal lain yang menarik adalah, kamera ini sejak awal sudah dilengkapi dengan fitur pembaca QR Code, padahal kebanyakan smartphone mengharuskan Anda untuk mendownload aplikasi terpisah terlebih dahulu. Dengan menyorot kamera ke QR Code yang ada, Anda akan diberi sebuah tombol yang akan membawa Anda ke konten dari QR Code tersebut.

Audio

Redmi 1S hanya memiliki satu lubang speaker di bagian belakang, dengan ukuran yang kecil. Ketika dicoba, suara yang dikeluarkan tidak begitu seimbang dan bass-nya hampir tak terdengar. Selain itu, jika Anda mengatur volume sampai penuh, suara dari speaker ini sedikit pecah. Jadi, speaker ini tentunya bukan speaker terbaik, terutama untuk Anda yang ingin menikmati musik. Siapkan headphone Anda jika ingin menikmati musik dari smartphone ini.

Software dan performa

Dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 400 Cortex A-7 quad-core 1,6 GHz, Redmi 1S ini cukup cepat dalam menjalankan aplikasi dan terasa responsif. Ketika mencoba game-game yang saya sebutkan di atas (Temple Run 2, Summoners War, dan Hercules: The Official Game), smartphone ini masih bisa bekerja dengan baik. Saya menggunakan smartphone ini selama dua hari dengan tingkat penggunaan yang sedang – beberapa aplikasi media sosial, email, dan produktivitas, memainkan beberapa game, serta terus menerus mengakses data – dan saya tidak mendapati masalah selama itu.

Oh, dan dengan penggunaan seperti itu, baterainya (2.000mAh) bisa bertahan selama lebih dari 24 jam.

Ketika dinilai di Antutu Benchmark, Redmi 1S mendapat nilai 20.391. Cukup memuaskan untuk kelasnya dan hanya kalah dari beberapa perangkat yang sebagiannya termasuk kelas premium seperti Lenovo K990, Nexus 4, dan produk Xiaomi lainnya, Mi 3.

Xiaomi Redmi 1S Rating Antutu

Baca juga: Review Xiaomi Mi 3

Jika ada hal yang kurang dari smartphone ini, saya rasa itu adalah RAM-nya yang hanya 1GB. Bagi pengguna biasa dengan tingkat penggunaan menengah, RAM 1GB mungkin tidak masalah. Tapi jika Anda suka melakukan multitask di smartphone Anda, 1GB tentunya jauh dari cukup. Berikut adalah kondisi RAM Redmi 1S tanpa dan dengan ada aplikasi yang berjalan.

Xiaomi Redmi 1S RAM

Tapi selain itu, ada satu hal yang harus Anda perhatikan dari semua smartphone Xiaomi, yaitu OS-nya. Xiaomi menggunakan OS buatan sendiri yang diberi nama MIUI yang dibuat dengan basis Android. Redmi 1S sendiri menggunakan MIUI 5 dengan basis Android 4.3 Jelly Bean.

Lantas, apa yang berbeda dengan MIUI dibandingkan Android pada umumnya? Dari tampilan dasarnya, MIUI memberi kesan yang berbeda dari Android. Malah, ketimbang Android, MIUI memberi kesan lebih mirip dengan iOS dari Apple – tidak heran MIUI sering dibanding-bandingkan dengan iOS.

Baca juga: FYI: Xiaomi tidak selalu ikut-ikutan Apple

Satu hal yang menonjol dari MIUI adalah kustomisasinya yang mudah dipahami. Anda tidak memerlukan waktu lama untuk bisa membuat set-up yang sesuai dengan keinginan Anda pada smartphone ini. Anda juga bisa mengakses theme store jika ingin mengganti tampilan MIUI Anda. Selain itu, sistem operasi ini memiliki banyak sentuhan-sentuhan kecil yang memberikan Anda kenyamanan yang lebih seperti SMS yang bisa dibalas langsung, active notification, dan masih banyak lagi.

Xiaomi Redmi 1S Screenshot

Saya bukan orang yang suka melakukan kustomisasi sehingga tidak mengubah banyak hal. Tapi untuk kenyamanan penggunaan, fitur-fitur yang ada di MIUI jauh lebih baik dibandingkan Android biasa.

Kesimpulan

Di artikel sebelumnya, saya sempat memaparkan tabel beberapa model smartphone dengan harga di bawah dua juta untuk dibandingkan dengan Xiaomi Redmi 1S. Well, tidak satupun model di tabel tersebut yang bisa mengimbangi spesifikasi Xiaomi Redmi 1S. Kali ini, ayo kita bandingkan dengan Motorola Moto G versi 8GB.

Baca juga: Review Motorola Moto G

Pertama kali dirilis, Moto G 8GB dibanderol dengan harga Rp 1,949 juta. Memorinya sama (RAM 1GB dan ROM 8GB) dan sama-sama memiliki layar HD (meskipun layar Moto G lebih kecil, 4,5 inci). Tapi Redmi masih lebih unggul di beberapa aspek lain seperti prosesor (1,6GHz vs 1,2GHz) dan kamera (8MP dan 1,6MP vs 5MP dan 1,3MP). Selain itu, karena mendukung dual-SIM, Moto G di Indonesia tidak bisa diisi dengan SD-Card (sedangkan Redmi 1S bisa).

Kesimpulannya, jika Anda ingin membeli smartphone Android murah untuk penggunaan sehari-hari yang tidak begitu intens, saya sangat merekomendasikan smartphone ini. Harganya yang hanya Rp 1,499 juta untuk spesifikasi dan performanya sulit dipercaya. Tapi, itulah yang membuat Xiaomi terkenal.

Baca juga: 5 hal yang perlu Anda ketahui tentang Xiaomi

Jumlah Redmi 1S yang dijual di Indonesia, seperti penjualan perangkat Xiaomi di negara lainnya, cukup terbatas. VP Xiaomi Global mengatakan bahwa mereka tidak akan menjual dalam jumlah banyak untuk kali ini. Jadi, Anda harus siap ‘berebut’ untuk menjadi salah satu orang yang mendapatkan smartphone ini.

Plus

  • Spesifikasi dan performanya yang sangat baik untuk smartphone seharga Rp 1,499 juta.
  • MIUI yang nyaman dan mudah digunakan serta dikustomisasi.

Minus

  • Speaker-nya pecah dan tidak menghasilkan suara yang begitu bagus.
  • RAM yang kecil.

(Diedit oleh T.R. Husada)

Subscribe to our mailing list
* indicates required
Small Business Services