Penemuan Uang Palsu Sekitar 16.000 lembar di Bandung

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Deputi Direktur Bidang Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah VI Bandung, M Gani Aziz, menyebutkan tren jumlah uang yang diklarifikasikan bank-bank serta kepolisian di Bandung ke BI terus meningkat.

"Itu berarti pemahaman bank-bank dan polisi tentang uang palsu semakin baik," ujar Gani ketika ditemui Tribun di kantornya, Jalan Braga, Kota Bandung, Rabu (30/10).

Bank-bank mengklarifikasi sekita 5.720 lembar uang pada 2010 lalu naik menjadi 9.151 lembar pada 2011. Setahun kemudian, bank-bank mengklarifikasi sekitar 10.080 lembar uang pada 2012.

BI mencatat, selama Januari-September 2013, BI menerima 9.484 lembar uang kertas dari bank-bank di Bandung. Sepanjang Januari-September 2013 itu juga, BI mencatat, polisi  mengklarifikasi 1.539 lembar uang. Uang yang diklarifikasi bank-bank, ucap Gani, adalah setoran dan penukaran dari masyarakat.

"Uang yang diminta polisi untuk diklarifikasi BI adalah hasil tangkapan polisi," kata Gani. Menurutnya, hampir semua uang yang diklarifikasi itu pada akhirnya dinyatakan sebagai uang kertas palsu.

Sepanjang 2012, ada penemuan sekitar 31.000 lembar uang palsu di Jabar. Hingga triwulan ketiga 2013, BI Bandung mencatat penemuan uang palsu sekitar 16.000 lembar. Jumlah itu sedikit dibandingkan temuan uang palsu hingga triwulan ketiga tahun lalu, yakni 21.000 lembar. "Uang yang dipalsukan rata-rata nominal Rp 50.000 dan Rp 100.000," ujarnya.

BI belum mengantungi jumlah klarifikasi uang kertas dari bank-bank dan polisi termasuk dari kasus pembuatan uang palsu di Babakan Ciparay, Bandung, yang beredar hingga ke Kalimantan.

Menurutnya, BI menyosialisasikan uang asli dengan berbagai cara seperti pengenalan mengenai uang asli kepada masyarakat baik atas agenda BI maupun atas permintaan masyarakat juga bagi para teller dan head teller, serta pihak kepolisian dan kejaksaaan.

Khusus, BI menyelenggarakan kegiatan sertifikasi bagi para teller untuk menjadi saksi ahli dalam kasus uang palsu. "Kami juga bekerja sama dengan kementerian agama untuk memasukkan materi mengenai uang rupiah dalam silabus mata pelajaran," kata Gani.

Sejauh ini, kerja sama itu masih dalam tahap penyusunan model. Gani menyebutkan beberapa tips demi menghindari transaksi yang rawan peredaran uang palsu. Di antaranya, mewaspadai transaksi pada situasi minim cahaya, transaksi dalam jumlah besar, dan acara-acara besar.

"Hati-hati juga dengan tawaran penukaran uang asing ke uang rupiah di bandara, terutama untuk para TKI yang ingin menukarkan uang dari asing yang ia bawa ke dalam rupiah," ujarnya. (tom)

Baca Juga:

Penemuan Uang Palsu Sekitar 16.000 lembar di Bandung

Tiap 18 Bulan Harga Laptop Turun 30 Persen

Seorang Warga Aceh Ditemukan Tertembak

Loading...

Friend's Activity