Samsung Knox Sulap Gadget untuk Senang-senang sekaligus Bekerja

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tren Bring Your Own Device (BYOD) belakangan ini makin menguat di kalangan pekerja. Sudah jamak sekali melihat pekerja mengandalkan perangkat pribadi untuk urusan rutinitas pekerjaan.

Data survei iPass, provider koneksi WiFi, terhadap 1.700 pekerja di seluruh dunia menyebutkan sekitar 46 persen pekerja membawa perangkat pribadi ke kantor. Paling favorit adalah iPhone, lalu berturut-turut diikuti Android, BlackBerry, dan Windows Phone.

Kondisi ini jelas menguntungkan perusahaan di mana bos-bos tak perlu dipusingkan untuk membekali pekerjanya dengan perangkat canggih. Toh, mereka sudah memilikinya dan ikhlas menggunakannya untuk urusan kanto.

Hanya kelemahannya, penggunaan barang pribadi sangat rentan terjadinya kebocoran rahasia perusahaan. Kekhawatiran bos-bos ini dijawab Samsung dengan mengenalkan aplikasi Samsung Knox untuk memproteksi data-data perusahaan agar tak tercecer.

Samsung Knox adalah aplikasi yang menawarkan sistem keamanan terintegrasi dari level aplikasi hingga hardware. Pendek kata, aplikasi yang dikembangkan Samsung bersama Malifax Indonesia ini dimaksudkan untuk melindungi data-data perusahaan.

”Samsung Knox ini akan membuat perangkat pekerja seolah-olah terbagi menjadi dua bagian yang terpisah. Pertama sebagai perangkat pribadi dan sebagai perangkat bekerja,” kata Hermes Kresnandar, General Manager PT Malifax Indonesia di Four Season Hotel, Kuningan, Jakarta, Rabu (27/11/2013).

Kehadiran aplikasi Knox di perangkat Android akan memaksimalkan pekerja tetap produktif sekaligus pula menjaga privasi pekerja. ”Admin IT tak bisa mengakses konten pribadi pekerja. Dia hanya bisa mengelola konten dalam aplikasi Knox,” papar Hermes.

Pendek kata, aplikasi dari Samsung yang menargetkan segmen enterprise ini dapat mengubah perangkat pribadi pekerja menjadi perangkat perusahaan tanpa harus khawatir tercampurnya konten pribadi dan perusahaan.

Baca Juga:

Samsung Knox Sulap Gadget untuk Senang-senang sekaligus Bekerja

Ribuan Pendemo di Thailand Lumpuhkan Aktivitas Pemerintahan

Jokowi: Dokter Demo Boleh, Asal Pelayanan Kesehatan Tetap Jalan

Loading...

Friend's Activity