Saham: Terdorong Pelemahan Dolar

PLASADANA.COM - Rilis data tenaga kerja dan turunnya dolar Amerika Serikat menjadi pendorong kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia. Sentimen positif dari Amerika ini bakal merangsang aksi beli lanjutan yang bisa mengerek indeks.

Pada Rabu (23/10), IHSG menguat 0,75 persen ke level 4.546,49. Naiknya indeks didorong aksi beli investor asing dengan nilai pembelian bersih Rp 972 miliar. Kinerja IHSG pun berlawanan dengan pergerakan bursa saham regional yang cenderung melemah.

Hal ini terjadi setelah data pertumbuhan tenaga kerja Amerika tidak sesuai dengan target. Angka pengangguran turun ke level 7,2 persen setelah ada tambahan tenaga kerja di luar sektor pertanian sebesar 148 ribu orang. Namun pertumbuhhan ini berada di bawah target dan ekspektasi pasar yang mencapai 180 ribu orang.

Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa bank sentral Amerika (The Fed) belum akan mengurangi stimulus moneter hingga 2014. Perkiraan ini pun meningkatkan optimisme pelaku pasar yang kemungkinan akan melanjutkan aksi beli.

Di sisi lain, rilis data tenaga kerja Amerika menyebabkan pelemahan dolar sehingga mata uang regional Asia rata-rata menguat. Rupiah pun menguat 0,20 persen ke level 11.269 per dolar Amerika. Penguatan rupiah juga terjadi setelah investor beranggapan pengurangan stimulus The Fed akan ditunda untuk jangka waktu lama.

Pada hari ini, Kamis (24/10), rupiah masih akan bergerak dalam di level 10.900-11.300 per dolar. Sedangkan IHSG akan berada pada kisaran 4.560 hingga 4.700 dengan kecenderungan menguat.

Penulis: Peppy Ramadhyaz

Loading...

Friend's Activity