Saham: Amerika Jadi Ancaman

PLASADANA.COM - Kebuntuan pemerintahan (shutdown) dan ancaman gagal bayar utang luar negeri Amerika Serikat bakal mengancam pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada pekan kedua Oktober 2013. Sentimen yang sama juga diperkirakan akan mengganggu pergerakan rupiah.

Pada perdagangan Jumat (4/8), IHSG ditutup melemah 0,66 persen ke level 4.389,35. Ketidakpastian plafon utang Amerika Serikat memicu koreksi indeks dan beberapa bursa saham di Asia. Ketidakpastian kondisi perekonomian Amerika Serikat menjadi penyebab menguatnya tekanan jual asing.

Di sisi lain, sentimen positif rilis data ekonomi dalam negeri rupanya sudah berakhir. Deflasi September dan positifnya neraca perdagangan pada Agustus 2013 tidak mampu menggerakkan aksi beli investor. Kebanyakan investor malah melihat kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang belum membaik karena laju inflasi dan defisit neraca perdagangan tahunan masih tinggi.

Pada saat yang sama, rupiah menguat tipis 0,05 persen ke level 11.523. Penguatan rupiah tidak maksimal karena investor di pasar uang khawatir dengan kenaikan plafon utang Amerika Serikat. Kini, pemain valas cenderung mengalihkan asetnya ke dolar sebagai safe haven. Tingginya aksi jual saham oleh investor asing juga menyebabkan pelemahan rupiah.

Untuk perdagangan hari ini, Senin (7/10), rupiah kemungkinan masih tertekan dan berada di level 11.450-11.600 per dolar Amerika. Rupiah masih berpotensi menguat jika Bank Indonesia menurunkan tingkat suku bunga acuan lantaran terjadi deflasi. Sedangkan IHSG akan bergerak pada kisaran 4.300 hingga 4.400 dengan kecenderungan melemah.

Penulis: Peppy Ramadhyaz

Loading...

Friend's Activity