OJK Dorong Emiten Sigap Lakukan Aksi Buy Back

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Beberapa waktu terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menelurkan aturan buy back saham.  Aturan tersebut memberikan kebebasan bagi emiten untuk melakukan pembelian sahamnya kembali dengan batas maksimal 20 persen dari saham beredar.

Wakil Ketua OJK Rahmat Waluyanto, menilai aturan tersebut merupakan langkah yang harus di respon cepat oleh emiten. Ia pun menilai aturan tersebut sudah tepat karena disambut positif oleh beberapa emiten. 

"Aturan buy back bisa dilakukan dengan timming yang tepat, saya rasa emiten harus memperhatikan hal ini, kalau menunggu bottom kan tidak ada yang tahu, makanya emiten sebaiknya ambil opsi tersebut jika melihat market sedang goyah," tutur Rahmat, di Bandung, Sabtu (7/9/2013).

Ia menuturkan sejauh ini OJK sudah memberikan respond yang cepat dengan memberlakukan aturan Buy back saham. Beberapa emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun tampak menyambut baik rencana OJK ini.

Misalnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sudah menyiapkan dana sebanyak Rp 190 - 200 miliar untuk melakukan buy back sahamnya.

Namun dana tersebut belum digunakan karena masih akan menunggu volatilitas atas indeks atas pengumuman pemberhentian stimulus The Fed kepada negara emerging market. 

"Jadi yang penting timming dan diperlukan respond cepat atas stimulus The Fed, makanya saya melihat respond emiten dengan menyiapkan dana sudah cukup baik," katanya.

Baca Juga:

Otoritas Jasa Keuangan Buka Lowongan Staf Sampai Direktur

OJK Diminta Jamin Stabilitas Sistem Perbankan

Aset Pembiayaan Tumbuh 11,6 Persen

Loading...

Friend's Activity