Menanti Ekspansi Juragan Arab

PLASADANA.COM - Duit investor dari Timur Tengah seolah tak ada habisnya. Setelah menuai berkah minyak yang berlimpah, pemodal dari negara-negara Arab pun terus menyebar dana ke seluruh dunia, demi melipatgandakan keuntungan.

Kini, investor dari Uni Emirat Arab dikabarkan mengincar negara-negara berkembang di Asia dan Afrika, termasuk Indonesia. Kabar yang dilansir Bloomberg menyebutkan bank-bank yang bermarkas di Dubai tengah mengejar pasar perbankan di Asia-Afrika yang memiliki omset US$ 137 miliar dalam setahun.

National Bank of Abu Dhabi PJSC, bank terbesar di Uni Emirat Arab, berencana membangun hub atau terminal keuangan di Mumbai India dan Lagos Nigeria, sedangkan First Gulf Bank PJSC berencana membuka cabang baru dan melipatgandakan keuntungan di Cina dan Indonesia. Hal yang sama juga dilakukan Abu Dhabi Islamic Bank PJSC, bank syariah terbesar di Uni Emirat Arab.

Mengapa bank-bank itu melebarkan sayap ke luar negeri?

Rupanya pertumbuhan pasar perbankan Uni Emirat Arab tengah melempem. Negara berpenduduk 8 juta jiwa ini harus memutus ketergantungan mereka pada nasabah dan industri real estate lokal yang selama ini menjadi penyumbang keuntungan. Selain itu, pengelola bank di Dubai kini terganjal aturan yang melarang mereka mengucurkan dana kepada perusahaan milik negara.

Menurut analis HSBC Holdings Plc di Dubai, Aybek Islamov, bank-bank tersebut sulit mewujudkan pertumbuhan pasar 15-20 persen per tahun. Apalagi mereka sangat bergantung pada proyek besar seperti infrastruktur dan konstruksi, yang sebagian besar dikelola pemerintah atau perusahaan negara. "Karena itu, mereka tidak bisa hidup jika mengandalkan pasar domestik."

Selain itu, bank-bank di Dubai bakal terancam jika mengandalkan proyek domestik. Sebab, kredit macet dari perusahaan domestik sedemikian besar. Non-performing loan (NPL) bank-bank itu melesat hingga 11 persen pada 2011 hingga saat ini lantaran terlalu getol meminjamkan duit pada perusahaan-perusahaan lokal.

Jika sudah begitu, satu-satunya jalan adalah ekspansi ke luar negeri.

Penulis: Peppy Ramadhyaz

Loading...

Friend's Activity