Masyarakat Thailand berhasil menangkap seorang pembunuh berkat media sosial

BbpDi0tCIAAQ-_-.jpg-large-720x570

Minggu ini, cerita yang paling banyak dibicarakan di Thailand adalah berita tragis tentang seorang gadis berusia enam tahun bernama Cartoon yang diculik, diperkosa, dan dibunuh. Gadis itu menghilang pada tanggal 7 Desember dan pelakunya telah berhasil ditangkap kemarin. Ia mengaku telah memperkosa dan mencekik gadis kecil tersebut.

Selain berita memilukan tersebut, banyak orang di Thailand yang juga berbicara tentang bagaimana pelaku tersebut tertangkap berkat pencarian secara crowdsource yang dilakukan oleh seluruh masyarakat Thailand di media sosial.

Setelah gadis tersebut hilang, gurunya menghubungi Mirror Foundation, sebuah LSM yang bekerja dengan etnis minoritas. Yayasan ini mem-posting hilangnya Cartoon di halaman resmi Facebook dan halaman Missing Children mereka. Kedua post tersebut mendapatkan 9.698 share, 3.643 ‘like’, dan 274 komentar.

Menurut Mirror Foundation, foto Cartoon awalnya tidak tersebar luas di jejaring sosial seperti yang mereka harapkan. Namun, ketika Mirror Foundation mem-post rekaman CCTV yang memperlihatkan wajah tersangka di Facebook mereka, post tersebut mendapat 14.167 share, 8.009 ‘like’, dan 1.188 komentar.

Menggunakan media sosial untuk mencari anak yang hilang adalah sesuatu yang wajar. Sayangnya, kebanyakan dari post tersebut tidak mendapat banyak perhatian. Namun, pada kasus ini, mengingat orang Thailand menyukai media sosial dan ada kamera yang berhasil merekam wajah penculiknya, berita tersebut tersebar sangat cepat. Dari Facebook, media umum di Thailand yang menyebarkan berita tersebut. Seorang blogger terkenal yang menulis tentang Thailand, Richard Barrow, dan jurnalis Thananuch Sanguansak juga membuat tweet tentang anak yang hilang ini dan juga tersangkanya.

Semua orang di negara ini memperhatikan kasus tersebut. Masyarakat setempat membantu mencari Cartoon. Kelompok tukang ojek setempat juga membantu tim pencari. Berita, tips, dan petunjuk yang berguna dikabarkan ke polisi, saluran TV dan halaman Facebook Mirror Foundation, dan akhirnya hingga ke penangkapan.

Mirror Foundation tidak hanya mem-posting berita awal; halaman Facebook mereka di-update setiap hari dengan berita terkait petunjuk (menemukan sepatu, celana pendek, dll). Semua petunjuk yang di-posting oleh yayasan tersebut mendapat total 100.000 interaksi di Facebook.

Sejak media sosial dan crowdsourcing online telah sangat membantu mencari pembunuh brutal ini – pelaku berantai yang diduga membunuh dan memperkosa 10 gadis – beberapa orang di Thailand berdiskusi di forum online, Pantip, mempertanyakan kemampuan pihak kepolisian Thailand. Masyarakat tampaknya mengapresiasi crowdsharing media sosial yang telah membantu penangkapan.

Mirror Foundation membuat orang tua merenungkan kasus yang terjadi pada Cartoon, dan menasihati mereka untuk mengajarkan anaknya untuk tidak pergi dengan orang asing.

Di Indonesia, kasus pencarian di media sosial serupa juga pernah terjadi, yakni terkait kasus penyiraman air keras yang dilakukan oleh seorang pemuda terhadap mantan pacarnya, seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta terkenal di Jakarta. Kasus ini menyebar secara luas di forum online terbesar di Indonesia, Kaskus. Pada forum tersebut, para pengguna Kaskus yang mengetahui informasi tentang pelaku membagikan informasi seperti nomor handphone dan alamat pelaku. Kini, pelaku penyiraman air keras tersebut sudah ditangkap pihak kepolisian.

(Sumber gambar: MCOT Twitter)

Loading...

Friend's Activity