Kabar Membaiknya AS Bikin Rupiah Makin Melempem

TRIBUNEWS.COM, JAKARTA -- Kabar akan pulihnya perekonomian AS membuat efek negatif kepada nilai tukar rupiah. Pada penutupan pekan kemarin rupiah ditutup melemah setelah beberapa hari sebelumnya terus menguat.

Laju rupiah di akhir pekan harus kembali ke zona merah. Hal ini karena kembalinya dana asing ke negaranya yang dilihat dari menghijaunya bursa saham Eropa dan AS seiring berkurangnya efek negatif dari partial  shutdown ekonomi AS.

Reza Priyambada Kepala Riset Trust Securities menilai mulai berkurangnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap peliknya kondisi AS membuat mereka kembali masuk ke aset negara maju.

"Rupiah hampir mendekati target  support Rp 11.560 dari Rp 11.545 - 11.605 (kurs tengah BI) atau melemah dari sehari sebelumnya Rp 11,535 ini terjadi setelah respon ketua dewan perwakilan rakyat di AS melunak mengenai deadlock kesepakatan dana anggaran," kata Reza Priyambada di Jakarta, Senin (7/10/2013)

Pada penutupan pekan kemarin timbul asumsi bahwa risiko defaultnya ekonomi AS semakin kecil seiring dengan mulai melunaknya pihak senat dan pemerintahan AS dalam merumuskan anggaran.

Pelaku pasar menilai pemerintah dan senat AS tidak akan membiarkan perekonomian AS masuk ke jurang default yang berujung resesi meskipun hingga hari ke empat belum ada tanda-tanda kesepakatan antar kedua kubu.

Hal tersebut dipertegas oleh Ketua DPR AS, John Boehner, bahwa ia dan partainya, Partai Republik, tidak akan membiarkan ekonomi AS  default terhadap utang dan upaya penyelesaiannya harus dimulai dengan negosiasi.

Baca Juga:

Kabar Membaiknya AS Bikin Rupiah Makin Melempem

Hasil Pemeriksaan, Adik Holly Tak Kenal Mr x

Gede Pasek: Semua Pegawai MK Harus Dites Urine agar Afdal

Loading...

Friend's Activity