Dunia Usaha Diprediksi Bakal Kekurangan Tenaga Terampil IT

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kurangnya tenaga trampil  dalam industri teknologi informasi diprediksi akan terjadi tahun 2014 nanti. Ini terjadi saat organisasi-organisasi bergerak cepat  mengadopsi dan berinvestasi dalam teknologi sosial, mobile dan awan, kenaikan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Teknologi membawa gangguan yang cukup besar dalam perusahaan.
    
"Big Data menuntut adanya generasi baru dari ilmuwan dengan bidang yang terkait, serta kemajuan dalam mobilitas, sosial, dan penginderaan teknologi mengandalkan aplikasi yang didesain ulang serta user interface. Ini adalah keterampilan yang sangat khusus dan tidak mungkin bisa didapatkan secara utuh dalam sebuah organisasi," kata John Michelsen, chief technology officer, CA Technologies dalam keterangannya, Rabu (11/12/2013).

Dikatakannya, ahli percaya bahwa hampir semua dari 30 jenis pekerjaan yang berkembang paling cepat untuk dekade berikutnya, akan menuntut pekerjanya terampil di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, teknik dan matematika (STEM). Namun ketersediaan para pekerja terampil tidak sejalan untuk memenuhi permintaan tersebut.

"Satu penelitian memprediksi bahwa pada tahun 2018 di Amerika Serikat saja diperkirakan jumlah tenaga lulusan teknis kurang dari tiga juta pekerja, jumlah ini pun masih kurang dari jumlah yang dibutuhkan oleh perusahaan," katanya.

Yang perlu dilakukan adalah  investasi pada program-program yang disesuaikan untuk berbagai kelompok umur dan tingkat kelas serta menciptakan peluang bagi pemuda untuk unggul dalam STEM, generasi baru serta pemimpin yang lebih inovatif diharapkan akan muncul.

Baca Juga:

Dunia Usaha Diprediksi Bakal Kekurangan Tenaga Terampil IT

LG Bantah Prediksi Kerjasama dengan Huawei Garap Smartphone

Kelompok Fadli Sadama Diduga Terlibat Perampokan Toko Emas di Medan

Loading...

Friend's Activity