Asita Jabar Jajaki Pasar India dan Nepal

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- Jabar mulai menjajaki potensi kedatangan turis asal India dan Nepal. Itu ditandai dengan kedatangan tujuh agen perjalanan wisata India selama tiga hari, 4-6 Oktober 2013 di Bandung.

Agen-agen perjalanan wisata India itu berdialog dengan Asosiasi Perjalanan Wisata (Asita) Jabar, Dinas Pariwisata  dan Badan Promosi Pariwisata (BPP) Kota Bandung. Fokus dialog malam itu masih sekitar Bandung sebagai pintu masuk Jabar.

"Kami tawarkan wisata kuliner dan belanja. Bandung tetap nomor satu kuliner dan belanja apalagi karakter semua wisatawan di Asia sama, suka makan dan belanja," ujar Ketua Asita Jabar, Herman Rukmanandi, di sela-sela dialog tersebut.

Menurut Herman, saat ini, Bandung dibanjiri turis domestik terutama dari  Jakarta. Wisatawan mancanegara (wisman) didominasi Malaysia serta Singapura. Wisman asal Negeri Jiran, yang berkunjung ke Bandung rata-rata 800 hingga 900 orang per hari.
Selain jumlah turis asal Malaysia dan Singapura, ucapnya, jumlah wisman asal Thailand terus bertambah. Dia menyebutkan, setidaknya, 4-5 grup turis asal Thailand berkunjung ke Bandung per hari. Per grup minimal terdiri dari 16 orang.

Jumlah wisman India yang datang ke Bandung nyaris belum ada. Herman belum berani menargetkan jumlah wisman asal India yang akan datang ke Bandung pascakehadiran tujuh agen perjalanan wisata asal India itu.

"Tidak bisa prediksi karena baru awal. Kami harus tiga kali ke India dulu. Cek agen-agen travel itu benar atau nggak, bisa jual (wisata Bandung) atau nggak. Mulai tahun depan saja (turis India datang) sudah cukup," kata Herman. Menurutnya, India dan Nepal adalah pasar yang pontensial.

Namun, dia mengingatkan promosi wisata itu perlu dukungan pemerintah terutama perbaikan infrastruktur. Tak hanya bangunan tetapi juga sumber daya manusia. "Airport (bandara) Harus dikembangkan, terlalu penuh. Ruang keberangkatan dan kedatangan belum cukup," ujarnya.

Fasilitas umum menuju lokasi wisata, jalan dan petunjuk arah juga dinilai belum memadai. "Petunjuk arah tak bisa diatur travel karena sedikit turis datang dengan rombongan. Banyak turis datang sendiri," katanya.

Director Sales Kumari Tour & Travels Nepal, Nirmal Tuladhar, mengamini ucapan Herman. "Kompleks bandara (Husen Sastranegara) kurang besar. Sebagai pintu gerbang (Jabar), harus diperbaiki," kata sesuai dialog Jumat malam itu.

Mengenai kemacetan di jalan raya, ia menganggap sesuatu yang wajar di kota-kota besar. "Setidaknya, orang-orang di sini ramah, senyum kepada turis," ujarnya. Namun, lantaran baru mulai menjajaki kerja sama, pria itu belum memprediksi jumlah warga Nepal yang bakal ke Bandung. (tom)

Baca Juga:

Asita Jabar Jajaki Pasar India dan Nepal

Menikmati Segarnya Air Terjun Sungai Cilamaya

Puluhan Nenek Ikut Lomba Kunyah Sirih

Loading...

Friend's Activity